Selasa, 09 November 2010

Disudut Gelap

Aku butuh kamu
Tak ku pungkiri
Bagai sungai yang butuh air
Bagai lebah yang butuh bunga

Hanya lemahku yang buatmu terluka
Maaf untuk setiap gores yang berdesir
Kan ku berikan air mata ini untukmu
Bila tangisku bisa buatmu kembali

Hanya milikmu peri kecil dihatiku
Biarkan aku terasing dengan lukaku
Menanti seiris cahaya disudut gelap
Dan kau yang kuingin berjalan dengan cahaya lilin dekatiku

Hilangnya Keyakinanku

Sudah cukup aku mengalah pada perasaanku yang bahkan tak bersambut
Sudah habis keyakinanku bahwa kau masih punya rasa yang dulu
Sudah kau jawab dan kini terjawab
Terungkap lewa setiap lakumu, langkah jejakmu, dan caramu membisu

Mungkin harus berhenti membanggakan hal yang usang
Aku hanya kenangan dan bukan tujuan
Kini sudah cukup aku berkorban
Sudah usai aku berjuang
Telah datang akhir dari pengharapan

Dapatkah Selamanya

Semoga cinta ini abadi
Walaupun hanya untuk sedikit ruang disudut hati
Dan tak lagi untuk sepenuh hatiku
Karena harapku akanmu tlah pupus
Tak mungkin ku ulang memilikimu lagi

Seperti hening pagi
Yang setia menanti sinar mentari
Akupun sama
Takkan mudah ku mencinta selain engkau putri

Perasaanku Yang Lain

Aku marah mengenangmu
Aku terbodohi
Merasa bodoh
Dan aku memang bodoh

Mengapa aku harus merasa sakit lagi
Sudah sejauh ini aku berlari
Mengapa karena hanya sedetik menoleh aku terluka
Aku yang tertunduk terjatuh lemah bersimpuh melawan hati

Penat

Terima kasih kau buatku gila dalam beberapa hari
Bebanku kau urai justru saat ku hadapi hari penting
Berulang kali seperti ini sedari dulu
Bahkan ku lihat jalan lurus berubah tikungan
Satu pohon tampak lima

Tiap malamku ku minum butiran yang bantuku lelap
Hal yang awalnya mudah bagiku
Aku benci begini saat aku membaik
Aku ingin marah, teriak, dan berlari

Katakan

Katakan bila memang tlah tak ada hati
Jangan permainkan perasaanku seperti ini
Aku terlanjur berharap
Padamu..

Resah Menjelang Lelapku

Jangan hanya satu malam kau temaniku
Aku ingin kau yang selalu usap air mata ini
Jangan pergi terlalu jauh lagi
Temani aku malam ini

Aku menunggu balasmu
Resah menjelang lelapku
Mengapa hanya kemarin?
Cukupkah harapan yang kau hembuskan
Tak ada lagikah?
Aku masih bahagia akan kemenangan hati
Haruskah kau rebut kembali